Perbedaan Jokowi dan Prabowo Dalam Mendongkrak Rasio Pajak

Perbedaan Jokowi dan Prabowo Dalam Mendongkrak Rasio Pajak

Senin, 15 April 2019, 16.20
Jokowi berjalan bersama dengan Prabowo sebelum mengikuti debat pertama di Hotel Bidakara, Jakarta. Image : Tagar.id

Netizen Indonesia -
Dua pasangan calon presiden, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi, sama-sama menyatakan tekad untuk menaikkan rasio pajak nasional. Tetapi, Jokowi dan Prabowo memiliki pandangan dan cara yang berbeda untuk meningkatkan rasio pajak.

Pada debat kelima, Prabowo mengatakan rendahnya rasio pajak Indonesia yang hanya sebesar 10-11 persen. Padahal rasio pajak negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand sudah mencapai 19 persen.

Sementara, Capres nomor urut 01 Jokowi melihat adanya risiko guncangan apabila pemerintah mengejar rasio pajak menjadi sebesar 16 persen dalam setahun. Kalau dalam setahun tax ratio naik drastis, maka ada 5 persen dari GDP, sekitar Rp 750 triliun yang ditarik menjadi pajak. Hal tersebut yang akan menimbulkan shock pada ekonomi.

Jokowi menilai upaya memperluas basis pajak selepas program amnesti pajak perlu dilakukan secara bertahap. Selain itu, dirinya menilai upaya meningkatkan basis pajak perlu difokuskan dengan melakukan reformasi pada pelayanan.

Mau Kuliah dengan Beasiswa? Klik Disini

Penulis : Handayani
Sumber : Tempo.co

TerPopuler