Bawaslu Khawatir Hoax Dapat Mengurangi Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu

Bawaslu Khawatir Hoax Dapat Mengurangi Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu

Minggu, 07 April 2019, 00.01
Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Mochammad Afiffudin. Image : Rmol.co

Netizen Indonesia -
Penyebaran kabar bohong (hoax) di linimassa jelang Pemilu 17 April semakin massif. Sejak awal 2019 hingga saat ini, data dimiliki Kementerian Komunikasi Informatika. Setiap bulan terjadi peningkatan lebih dari 100 isu hoax. Rata-rata didominasi soal politik.

Menurut Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Mochammad Afiffudin menjelaskan, khawatir dengan kondisi tersebut. Karena berita hoax yang makin massif terjadi dapat mengurangi partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Terlebih juga dapat merugikan pihak penyelenggara.

Makin maraknya berita hoax yang diterima masyarakat, berakibat pada terdegradasinya pengetahuan dan pemahaman politik. Bawaslu mengaku sudah berupaya memberi edukasi kepada semua pihak agar tak memercayai hoax.

Bawaslu sudah bekerjasama dengan aparat kepolisian khususnya Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk menindak para penyebar hoax.

Mau Kuliah dengan Beasiswa? Klik Disini

Penulis : Handayani
Sumber : Merdeka.com

TerPopuler