Resiko Perkembangan Unicorn di Indonesia

Resiko Perkembangan Unicorn di Indonesia

Senin, 18 Februari 2019, 20.15


Netizen Indonesia - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, khawatir ketika jumlah unicorn atau startup dengan valuasi diatas USD 1 miliar, uang yang ada di Indonesia akan lari keluar negeri.

Menurut Heru Sutadi Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute membenarkan hal tersebut. Karena, mayoritas investor startup di Indonesia berasal dari luar negeri yang berimbas pada komposisi pemegang saham.

Heru juga menambahkan, jika startup unicorn masuk ke bursa efek dengan Initial Public Offering (IPO), maka dana yang dibawa ke luar negeri bisa jauh lebih besar.

Heru mengatakan, investor luar negeri tertarik menanamkan dananya karena ingin mengetahui analisis big data Indonesia. Sebab analisis big data itu bisa menginformasikan perilaku masyarakat seperti perilaku membeli orang indonesia, travelling, makanan yang disukai, produk yang laku dan lain sebagainya.

Capres 02 Prabowo Subianto mengaku khawatir dengan adanya startup unicorn di Indonesia.
Pernyatan tersebut menanggapi pertanyaan Jokowi terkait upaya yang akan dilakukan untuk mendukung perkembangannya, 7 unicorn di Asia Tenggara, empat di antaranya berada di Indonesia yaitu Go-Jek, Bukalapak, Traveloka dan Tokopedia.

Mau Kuliah dengan Beasiswa ? Klik Disini

Penulis : Handayani
Sumber : Kumparan.com

TerPopuler