Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Pages

Responsive Ad

Heboh, Sejumlah Sinyal Aneh Berhasil Di Deteksi dari Luar Angkasa

Teleskop Radio (ilustrasi) Berita24.com,Jakarta-- Sejumlah semburan kuat dari gelombang radio yang berasal dari luar angkasa telah berhasi...

Teleskop Radio (ilustrasi) Teleskop Radio (ilustrasi)
Berita24.com,Jakarta--Sejumlah semburan kuat dari gelombang radio yang berasal dari luar angkasa telah berhasil ditemukan oleh ilmuan asal Australia. Semburan itu terdeteksi oleh teleskop radio CSIRO. Ada 19 ledakan misterius yang telah berhasil di deteksi oleh Teleskio radio CSIRO tersebut. Dua kali lipat dari total jumlah fast radio burst (FRB) yang diketahui. Menurutnya, dari 19 sinyal yang diamati, terdapat beberapa FRB Paling dekat dan terang yang pernah terdeteksi.

FRB merupakan sinyal yang sulit dipahami dan diperkirakan berasal dari jarak miliaran tahun cahaya. Tapi, para ilmuwan belum tahu apa penyebabnya. Para astronom sebelumnya telah menyatakan semburan bisa berasal dari obyek kosmik raksasa seperti bintang neutron. Sedangkan yang lain berpendapat, FRB kemungkinan berasal dari ras alien yang sangat jauh.

FRB bisa menghasilkan ledakan energi yang intens, setara dengan jumlah yang dikeluarkan oleh Matahari selama 80 tahun. Jumlah FRB yang terdeteksi kini semakin banyak.

"Kami telah menemukan 20 FRB dalam setahun, hampir dua kali lipat jumlah yang dideteksi di seluruh dunia sejak ditemukan pada 2007," kata penulis utama studi Ryan Shannon seperti dilaporkan Daily Mail, Jumat (12/10/2018).

Para ilmuwan membuktikan FRB berasal dari sisi lain dari alam semesta, bukan dari lingkungan galaksi ini. FRB biasanya melakukan perjalanan selama miliaran tahun, terkadang melewati awan gas. Para ilmuwan sangat memperhatikan kedatangan berbagai gelombang yang berbeda untuk mempelajari seberapa banyak bahan bakar yang telah dilalui oleh ledakan tersebut dalam perjalannya.

"Setiap kali ini terjadi, panjang gelombang yang berbeda membentuk ledakan diperlambat oleh jumlah yang berbeda. Akhirnya, ledakan mencapai Bumi dengan penyebaran panjang gelombang tiba di teleskop pada waktu yang sedikit berbeda, seperti perenang di garis finish," kata rekan penulis studi Jean-Pierre Macquart.

Tim dari Swinburne University of Technology kini berfokus pada penentuan lokasi semburan di langit. "Kami akan dapat melokalisasi semburan hingga lebih dari seperseribu derajat," kata Shannon.

yu Persiapkan Kuliahmu di Kampus Terbaik dengan Meraih Peluang Full Beasiswa di BeasiswaKeren

Penulis: Yani Suryani

Gambar: Google.com

Sumber: INews.Co.Id

Reponsive Ads